Wonogiri, HMJ Dharmaduta – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Komisi Karawitan Raden Wijaya kembali mendapat kehormatan untuk turut memeriahkan acara Seminar Internasional bertajuk International Conference On Wisdom and Compassion For Encouraging SDGs (ICOWICES 2025).
Acara ini diselenggarakan pada Senin, 1 Desember 2025, di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STAB Negeri) Raden Wijaya.

(Foto: Dokumentasi anggota UKM)
Kegiatan yang diselenggarakan oleh STAB Negeri Raden Wijaya ini menampilkan UKM Karawitan Raden Wijaya sebagai salah satu pengisi acaranya. Keikutsertaan ini bertujuan untuk memeriahkan acara dan sekaligus memperkenalkan kekhasan budaya Jawa kepada para narasumber dan tamu mancanegara yang hadir.
Sebanyak dua puluh anggota UKM Karawitan menyajikan penampilan karawitan yang membawakan gending-gending Jawa, dengan diiringi oleh alunan gamelan yang indah.

Samiaji Oktavian, mahasiswa PGSD semester 3 yang juga menjadi salah satu wiraswara (penyanyi) dalam kegiatan penting ini, mengungkapkan rasa senangnya. Ia tampak bahagia setelah sukses melantunkan gending Jawa bersama tiga wiraswara lain.
“Perasaan saya sangat senang. Seni karawitan adalah hal yang sesuai dengan passion saya dan merupakan salah satu kebudayaan Jawa yang harus dilestarikan oleh saya sebagai orang Jawa,” ujarnya usai pelaksanaan ICOWICES 2025 di aula utama STAB Negeri Raden Wijaya.
Beberapa gending Jawa yang dibawakan oleh UKM ini antara lain Gangsaran, Kebo Giro, Talu, Budhalan Tangguh, Buddha Sasana, Raden Wijaya, dan masih banyak lagi.
Tujuan utama penampilan ini adalah agar tamu dari luar negeri dapat menikmati seni Jawa, sekaligus sebagai upaya mengembangkan dan menjadi wadah bagi bakat anak muda dalam seni karawitan. Harapannya, budaya Jawa tidak akan hilang dan dapat terus lestari.

