HMJ Dharmaduta – Waduk Tandon di Wonogiri, Jawa Tengah, berjarak 3 km dari Alun-alun Wonogiri, menjadi destinasi wisata gratis saat musim kemarau karena airnya surut membentuk padang rumput hijau. Ratusan pengunjung, terutama warga lokal dan keluarga, datang pada akhir pekan untuk piknik, berfoto, dan bersantai tanpa biaya masuk (hanya parkir Rp2.000). Lokasi ini mudah dijangkau dengan motor atau mobil melalui jalan beraspal, menawarkan pemandangan alam indah dikelilingi perbukitan, serta memiliki daya tarik tambahan berupa legenda mistis Nyi Gadung Melati.

Saat kemarau, waduk ini berubah menjadi hamparan rerumputan hijau ideal untuk piknik keluarga atau spot konten media sosial, dengan latar bendungan dan pepohonan. Warga memanfaatkannya untuk tanam jagung atau gembala kambing, sementara anak-anak bermain bebas di area terbuka.
Berjarak hanya 3 km atau 15 menit dari Alun-alun Wonogiri, waduk mudah dijangkau motor atau mobil melalui jalan beraspal. Tak ada tiket masuk, menjadikannya wisata paling murah di kawasan, ramai ratusan orang akhir pekan. Waktu terbaik pagi atau sore untuk hindari panas dan nikmati senja.

Waduk Tandon dibangun pada tahun 1943 semula untuk keperluan irigasi lahan sawah seluas 274 hektar di wilayah Selogiri dengan kapasitas tampung air mencapai 3,7 juta meter kubik, dan meskipun surut saat kemarau, ia tetap memberi manfaat ekonomi bagi petani serta peternak lokal yang memanfaatkannya untuk gembala kambing. Selain itu, ada legenda mistis tentang Nyi Gadung Melati yang konon menjaga waduk ini, menambah daya tarik supranatural bagi para pengunjung yang penasaran.

