Syekh Muhammad Hussein Tekankan Peran Imam dalam Membina Umat dan Menjaga Perdamaian

HMJ Dharmaduta – Peran imam dalam kehidupan umat Islam dinilai tidak terbatas pada kegiatan ibadah. Imam Masjid Al-Aqsa, Palestina, Syekh Muhammad Hussein, mengatakan seorang imam juga memiliki tanggung jawab untuk membimbing masyarakat dan turut membangun perdamaian.

Hal itu disampaikan Hussein dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Ia menilai keberadaan imam memiliki peran penting dalam memberikan arahan kepada umat, baik dalam kehidupan keagamaan maupun sosial.

“Risalah seorang imam adalah risalah yang agung, dan misinya mulia,” ujar Hussein.

Hussein menjelaskan, tanggung jawab seorang imam tidak hanya berkaitan dengan bimbingan spiritual. Peran tersebut juga mencakup kehidupan masyarakat secara lebih luas. Ia merujuk pada ajaran Al-Qur’an mengenai pentingnya menyampaikan perkataan yang baik serta mengajak manusia dengan cara yang penuh hikmah dan nasihat.

Ia juga mengingatkan tentang sabda Nabi Muhammad SAW bahwa setiap orang merupakan pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Menurut Hussein, hal tersebut menjadi pengingat bahwa seorang imam memiliki amanah terhadap umat yang dipimpinnya.

Sumber: Jakarta Islamic Centre

Menurut Hussein, fungsi masjid dalam sejarah Islam menunjukkan bahwa tempat ibadah juga dapat menjadi ruang untuk membangun kehidupan masyarakat. Ia mencontohkan Masjid Quba dan Masjid Nabawi di Madinah yang memiliki peran penting dalam perkembangan umat Islam.

Masjid Nabawi, kata Hussein, tidak hanya digunakan untuk menjalankan ibadah. Masjid tersebut juga menjadi tempat pendidikan dan pembinaan umat serta menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara kaum Muhajirin dan Anshar.

“Risalah masjid itu sangat mendasar. Selain sebagai tempat ibadah, sepanjang sejarah masjid juga menjadi pusat kepemimpinan, pembelajaran, dan pembinaan umat,” kata Hussein.

Dengan fungsi tersebut, Hussein melihat bahwa imam juga memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat di sekitar masjid. Peran tersebut menurutnya dapat diwujudkan melalui pembinaan umat dan penyampaian nilai-nilai yang mendorong terciptanya kehidupan yang damai.

Ia mengatakan, IGIC 2026 menjadi ruang bagi para imam dan ulama dari berbagai negara untuk saling bertukar pengalaman mengenai tanggung jawab tersebut. Menurutnya, salah satu pembahasan yang penting adalah bagaimana pemimpin agama dapat berkontribusi dalam menciptakan perdamaian.

“Konferensi ini hadir pada saat yang tepat bagi para ulama dan imam untuk berkumpul di Indonesia, membahas peran risalah imam dalam mewujudkan perdamaian, tidak hanya di dunia Islam, tetapi juga secara global,” ujarnya.

Selain membahas peran imam dan masjid, Hussein juga mengajak para imam yang hadir untuk terus mengingatkan umat mengenai Masjid Al-Aqsa dan kondisi Palestina.

Ia menjelaskan bahwa Al-Aqsa memiliki kedudukan khusus bagi umat Islam. Masjid tersebut dikenal sebagai kiblat pertama umat Islam dan menjadi salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam. Al-Aqsa juga berkaitan dengan peristiwa Isra Mikraj.

Karena itu, Hussein menilai imam memiliki peran dalam menjaga perhatian umat terhadap kedudukan Al-Aqsa serta mengingatkan kembali nilai pentingnya dalam kehidupan keagamaan.

“Saya tahu setiap ulama yang hadir di sini membawa kepedulian terhadap Al-Aqsa, Al-Quds, dan Palestina di dalam hatinya,” kata Hussein.

Di akhir penyampaiannya, Hussein menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia yang telah memberikan sambutan kepada para delegasi yang mengikuti IGIC 2026.



Eksplorasi konten lain dari HMJ Dharmaduta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca