HMJ Dharmaduta – Di era digital seperti sekarang, perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Informasi dapat diperoleh dengan cepat hanya melalui ponsel dan internet. Kehadiran media sosial, video pendek, dan berbagai hiburan digital membuat masyarakat, terutama remaja, lebih sering menghabiskan waktu di depan layar dibandingkan membaca buku. Akibatnya, budaya membaca perlahan mulai menurun dan semakin kurang diminati.
Menurunnya minat membaca dapat dilihat dari kebiasaan masyarakat yang lebih memilih menonton video singkat atau bermain media sosial daripada membaca buku atau artikel edukatif. Banyak orang merasa membaca membutuhkan waktu dan konsentrasi lebih, sedangkan hiburan digital dianggap lebih praktis dan menarik. Padahal, membaca memiliki banyak manfaat penting, seperti menambah wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperluas kosa kata dan kemampuan berkomunikasi.
Kurangnya budaya membaca juga dapat memengaruhi kualitas pendidikan. Siswa yang jarang membaca biasanya akan kesulitan memahami pelajaran, kurang mampu menganalisis informasi, dan memiliki pengetahuan yang terbatas. Selain itu, rendahnya minat membaca dapat membuat seseorang lebih mudah percaya pada berita palsu atau informasi yang belum tentu benar karena kurang terbiasa mencari dan memahami informasi secara mendalam.

Ilustrasi foto (Sumber: idntimes.com)
Meskipun demikian, perkembangan teknologi sebenarnya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat membaca. Saat ini sudah banyak aplikasi buku digital, artikel online, dan platform edukasi yang mudah diakses kapan saja. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini. Misalnya dengan menyediakan waktu khusus membaca, mengunjungi perpustakaan, atau membiasakan diskusi tentang buku dan pengetahuan.
Dengan demikian, budaya membaca perlu kembali ditingkatkan di tengah perkembangan era digital. Teknologi seharusnya tidak menjadi penghalang, melainkan alat untuk mendukung kegiatan membaca dan belajar. Jika masyarakat mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak, maka minat membaca dapat tumbuh kembali dan membantu menciptakan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan berpengetahuan luas.

