HMJ Dharmaduta — Dua hari meninggalkan rutinitas kampus bukan sekadar tentang bermalam di alam. Bagi mahasiswa baru Jurusan Dharmaduta, 29 – 30 Agustus 2026 menjadi awal dari cerita baru melalui kegiatan Dharmaloka yang digelar di Camp Area Girimanik.
Mengusung tema “Menapaki Loka Baru, Merajut Dharma Bersama”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dharmaduta ini diikuti oleh mahasiswa baru dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Kepenyuluhan Buddha. Dharmaloka menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, membangun kedekatan, sekaligus mengenal lebih jauh lingkungan akademik dan organisasi di Jurusan Dharmaduta.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Jurusan Dharmaduta, Dr. Situ Asih, M.I.Kom., dan Sekretaris Jurusan Dharmaduta, Sukarti, M.Pd.B. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari dukungan jurusan terhadap proses pengenalan dan pembentukan kebersamaan mahasiswa baru.
Dalam pembukaan kegiatan, mahasiswa baru diperkenalkan dengan Jurusan Dharmaduta serta HMJ Dharmaduta, mulai dari lingkungan akademik hingga berbagai program kerja organisasi. Bagi mahasiswa yang baru memasuki dunia perkuliahan, momen tersebut menjadi langkah awal untuk memahami lingkungan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.
Ketua Jurusan Dharmaduta, Dr. Situ Asih, M.I.Kom., menyampaikan bahwa Dharmaloka tidak hanya menjadi sarana pengenalan lingkungan jurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kedekatan antarmahasiswa sejak awal.
“Dharmaloka bukan hanya menjadi kegiatan untuk mengenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan jurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan sejak awal.” Dr. Situ Asih, M.I.Kom., Ketua Jurusan Dharmaduta.

Sesi Outbound (foto:mediahmjdharmaduta)
Setelah sesi pengenalan, suasana pun bergeser dari formal menjadi lebih santai. Mahasiswa baru diajak mengikuti outbound yang berisi berbagai permainan dan tantangan. Bukan hanya soal siapa yang paling cepat atau paling unggul, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi, kerja sama, dan kekompakan antarpeserta yang sebelumnya masih dalam tahap saling mengenal. Rangkaian outbound sendiri menjadi salah satu kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan kebersamaan dan solidaritas mahasiswa Jurusan Dharmaduta.
Bagi Abdurrahman Harahap, Ketua HMJ Dharmaduta, Dharmaloka diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi awal terbentuknya hubungan yang lebih dekat di lingkungan Jurusan Dharmaduta.
“Kami ingin mahasiswa baru tidak hanya mengenal nama dan wajah satu sama lain, tetapi juga mulai membangun komunikasi dan rasa memiliki terhadap keluarga besar Dharmaduta.” Abdurrahman Harahap, Ketua HMJ Dharmaduta.

Sesi Pengukuhan mahasiswa baru HMJ Dharmaduta (foto:mediahmjdharmaduta)
Memasuki malam hari, suasana Girimanik semakin hangat. Setelah rangkaian kegiatan dan mystery gifts, mahasiswa baru mengikuti malam keakraban yang dilanjutkan dengan pengukuhan mahasiswa baru. Prosesi tersebut menjadi salah satu momen yang paling bermakna dalam Dharmaloka.
Pengukuhan tidak hanya ditandai dengan penyalaan api unggun. Para mahasiswa baru juga memberikan jejak telapak tangan yang telah diberi cat pada selembar kain. Satu per satu telapak tangan meninggalkan bentuk yang berbeda hingga akhirnya berkumpul menjadi satu kesatuan.

Jejak tangan yang menjadi simbol pengukuhan (foto:mediahmjdharmaduta)
Jejak tangan tersebut menjadi simbol sederhana tentang keberagaman individu yang kemudian dipertemukan dalam satu keluarga. Setiap telapak tangan meninggalkan tanda bahwa mereka hadir dan menjadi bagian dari perjalanan baru di Jurusan Dharmaduta.
Di bawah cahaya api unggun, prosesi tersebut terasa semakin istimewa. Kain yang dipenuhi jejak tangan bukan lagi sekadar benda, melainkan menjadi pengingat bahwa perjalanan di Dharmaduta tidak dijalani seorang diri. Sejalan dengan tema Menapaki Loka Baru, Merajut Dharma Bersama,” setiap mahasiswa membawa langkahnya masing-masing untuk kemudian merajutnya menjadi kebersamaan.
Malam kemudian dilanjutkan dengan pentas seni. Berbagai penampilan kreativitas mahasiswa baru membuat suasana semakin hidup. Tawa, sorakan, dan interaksi antara peserta dan panitia menjadi bagian dari cerita yang membuat malam di Girimanik terasa berbeda dari suasana perkuliahan sehari-hari.
Sekretaris Jurusan Dharmaduta, Sukarti, M.Pd.B. turut memberikan perhatian terhadap proses kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut. Ia berharap hubungan yang terbentuk selama Dharmaloka dapat terus berlanjut dalam kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus.
“Harapannya, kebersamaan yang terbentuk selama Dharmaloka tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus dibawa dalam kehidupan perkuliahan dan kegiatan organisasi.” Sukarti, M.Pd.B. Sekretaris Jurusan Dharmaduta
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama sebelum mahasiswa baru dan panitia melakukan clear area. Tenda dibongkar dan area kegiatan dibersihkan bersama untuk memastikan lingkungan Camp Area Girimanik kembali seperti semula. Setelah pembagian hadiah dan foto bersama, Dharmaloka resmi ditutup dan seluruh peserta bersiap kembali.

Senam bersama pada hari kedua (foto:mediahmjdharmaduta)
Lebih dari sekadar kegiatan makrab, Dharmaloka menjadi ruang pertemuan bagi mahasiswa baru untuk mengubah rasa canggung menjadi kedekatan. Mereka datang dengan wajah-wajah yang masih asing, mengikuti berbagai tantangan bersama, berbagi tawa di malam keakraban, hingga akhirnya meninggalkan jejak tangan dalam satu kain yang sama.

Foto bersama sebagai berakhirnya malam keakraban (foto:mediahmjdharmaduta)
Pada akhirnya, “Menapaki Loka Baru, Merajut Dharma Bersama” bukan hanya menjadi tema kegiatan. Ia menjadi gambaran perjalanan mahasiswa baru yang mulai menapaki lingkungan baru, meninggalkan jejak, dan merajut kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Jurusan Dharmaduta.
Dharmaloka mungkin hanya berlangsung selama dua hari, tetapi jejak yang ditinggalkan baik di atas kain maupun dalam ingatan menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih panjang.

