DONGKER : Ketika musik punk menjadi suara keresahan anak muda, di berbagai Indonesia

Musik bukan hanya sekedar hiburan, tetapi bagaimana cara kita untuk menuangkan isi hati kita di dalam musik.

“Lagu ini seperti mengungkapkan apa yang selama ini di pendam”. Kalimat semacam itu mungkin pernah terlintas Ketika seseorang mendengarkan lagu yang terasa dekat dengan kehidupannya atau real life dengan keadaan sekarang. Musik memang bukan sekedar suara untuk menenangkan diri kita, namun terkadang musik juga bisa menjadi sarana untuk kita menyuarakan apa isi hati kita yang sulit atau bahkan mustahil untuk dijelaskan lewat kata kata. Menurut Sebagian anak muda zaman sekarang musik yang mempunyai karakteristik dengan lirik yang jujur dan suara yang penuh dengan energi memiliki daya Tarik tersendiri. Salah satu nama yang menarik untuk dibicarakan Adalah band Dongker.

sumber: Detikpop-Detik.com

Bodong Kekar atau lebih dikenal sebagai Dongker merupakan band yang terbentuk dari tahun 2018 yang berawal dari lingkungan pertemanan mahasiswa  Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Teknologi Bandung (ITB). Dongker dikenal sebagai band yang selalu membawakan energi punk di setiap karya-karyanya, music punk sendiri mempunyai Sejarah Panjang sebagai music yang membentuk makna dekat dengan kebebasan, kritik sosial, dan sikap kita mempertanyakan keadaan lingkungan  di sekitar. Dalam perkembangannya, music punk bukan hanya sekedar tetang suara gitar yang keras dan tempo yang cepat, tetapi juga tentang pesan dan sikap yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut.

Lalu, apa yang membuat Dongker menarik untuk didengarkan?

sumber: Detikpop-Detik.com

Salah satu hal yang dapat membuat musik sebuah band terasa dekat dengan pendengarnya adalah cara mereka menyampaikan gagasan. Dalam musik punk, lirik dapat menjadi ruang untuk mengungkapkan keresahan, menyuarakan pendapat, atau menggambarkan realitas yang dirasakan oleh masyarakat. Perpaduan musik yang bertenaga dengan pesan yang kuat membuat pendengar tidak hanya menikmati irama, tetapi juga memikirkan makna di balik lagu.

Selain musiknya, perkembangan media sosial turut membuka jalan bagi band independen untuk menjangkau pendengar yang lebih luas. Potongan lagu, video penampilan langsung, hingga rekomendasi dari sesama pendengar dapat membuat sebuah band dikenal oleh orang-orang yang sebelumnya belum pernah mendengarnya. Musik pun tidak lagi hanya ditemukan melalui radio atau album fisik, tetapi juga melalui berbagai platform digital.

Menariknya, mendengarkan band seperti Dongker juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal skena musik independen Indonesia. Di dalamnya, terdapat beragam musisi yang membawa karakter, gagasan, dan cara berekspresi masing-masing. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa musik Indonesia tidak hanya berkembang melalui industri arus utama, tetapi juga melalui komunitas dan musisi yang membangun jalannya sendiri.



Eksplorasi konten lain dari HMJ Dharmaduta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca